https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/issue/feedJurnal Administrasi Bisnis Modern2025-08-27T11:02:45+00:00Open Journal Systems<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Jurnal Administrasi Bisnis Modern</p> </div> </div> </div>https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2896Analisis Motivasi Dan Tantangan Para Pelaku Bisnis Sosial Dalam Menciptakan Dampak Sosial Dan Keuntungan Finansial2025-08-26T10:20:42+00:00Grace Angelina Julieta Siagianjulietagracesiagian@sudent.uhnn.ac.id<p><em>Pergeseran paradigma bisnis menuju integrasi tujuan sosial dan lingkungan telah mendorong munculnya bisnis sosial sebagai entitas hibrida yang berupaya menciptakan dampak positif sekaligus mempertahankan keberlanjutan finansial. Namun, para pelaku bisnis sosial sering dihadapkan pada dilema dalam menyeimbangkan dua misi ini. Penelitian kualitatif studi kasus multi-lokasi ini menganalisis motivasi dan tantangan yang dihadapi oleh lima pelaku bisnis sosial di Indonesia.</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama mereka berakar pada dorongan altruistik, empati terhadap masalah sosial, pengalaman pribadi, dan keinginan kuat untuk menciptakan perubahan berkelanjutan, dengan keuntungan finansial sebagai sarana. Strategi yang diterapkan meliputi integrasi misi sosial ke dalam model bisnis inti, pengembangan produk bernilai ganda, diversifikasi pendapatan, efisiensi operasional, dan pemasaran berbasis cerita. Tantangan signifikan yang dihadapi adalah dilema mission drift, kesulitan akses pembiayaan yang memahami model hibrida, kompleksitas pengukuran dampak, dan manajemen talenta. Para pelaku bisnis sosial mengatasi tantangan ini melalui prioritasi misi yang kuat, edukasi investor, pengembangan kerangka pengukuran dampak internal, serta fleksibilitas dan adaptasi model bisnis. Kesimpulannya, keberhasilan bisnis sosial sangat bergantung pada kemampuan entrepreneur menavigasi kompleksitas antara tujuan sosial dan finansial dengan strategi inovatif dan adaptif.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2897Model Bisnis Berbasis Ekonomi Berbagi (Sharing Economy) Dalam Industri Transportasi Online2025-08-26T10:51:40+00:00Nifarius Gulonifariusgulo@student.uhn.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji model bisnis ekonomi berbagi (sharing economy) yang disruptif dalam industri transportasi online. Model ini, yang memanfaatkan aset pribadi melalui platform digital seperti Uber dan Grab, mengubah cara akses transportasi dari kepemilikan menjadi berbagi, menawarkan kenyamanan, fleksibilitas, dan efisiensi yang melebihi layanan konvensional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menganalisis data dari wawancara, observasi, dan dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasilnya menunjukkan bahwa platform digital berperan sentral dalam mencocokkan pengguna dan pengemudi, menetapkan harga, serta mengelola sistem reputasi. Model ini berhasil karena adopsi teknologi, fleksibilitas pengemudi, kenyamanan pengguna, efisiensi operasional, dan efek jaringan. Namun, tantangan signifikan meliputi regulasi, status ketenagakerjaan, persaingan, keamanan, dan kualitas layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun transformatif, model ini memerlukan adaptasi berkelanjutan terhadap tantangan yang ada.</p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2898Persepsi Dan Preferensi Generasi Z Terhadap Konten Pemasaran TikTok: Analisis Tematik Konten Kreator Lokal2025-08-27T03:47:13+00:00Rut Onike Lubisrutlubis32@gmail.com<p>Penelitian kualitatif ini mengkaji persepsi dan preferensi Generasi Z di Medan terhadap konten pemasaran TikTok dari konten kreator lokal. Generasi Z sebagai <em>digital native</em> menunjukkan preferensi signifikan terhadap otentisitas, relevansi, dan interaksi langsung dalam konsumsi media. Hasil analisis tematik dari wawancara mendalam dengan 12 informan Generasi Z menunjukkan bahwa mereka mempersepsikan konten pemasaran kreator lokal sebagai lebih otentik, <em>relatable</em>, dan kredibel dibanding iklan tradisional, didukung oleh kedekatan budaya dan integrasi gaya khas TikTok. Preferensi mereka meliputi konten edukatif, <em>problem-solving</em>, dan <em>storytelling</em> yang kaya narasi personal, serta menuntut interaktivitas tinggi dari kreator. Keberhasilan pemasaran di TikTok untuk Gen Z lokal bergantung pada penyajian pesan yang otentik, relevan kontekstual, bernilai, dan dikemas secara menarik.</p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2899Strategi Pemasaran Affiliate Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan Online2025-08-27T04:23:43+00:00Theresia Mastiur Ningsih Siagiansiagiantheresia2@gmail.com<p>Di tengah pesatnya era digital dan pergeseran perilaku konsumen ke platform daring, persaingan bisnis online semakin ketat, mendorong pelaku usaha mencari strategi pemasaran efektif. Affiliate marketing muncul sebagai solusi relevan dengan model berbasis kinerja, di mana komisi dibayarkan hanya setelah tujuan pemasaran (penjualan, leads, atau klik) tercapai, meminimalkan risiko finansial. Pertumbuhan ekosistem konten digital seperti blogger dan influencer turut mendukung adopsi global affiliate marketing, termasuk di Indonesia. Namun, keberhasilannya memerlukan strategi matang, mulai dari struktur komisi, materi promosi, dukungan afiliasi, hingga analisis kinerja. Penelitian kualitatif deskriptif ini, melalui wawancara mendalam dengan lima responden (individu affiliate marketer, pemilik UMKM online, manajer program affiliate, content creator, dan reviewer produk), mengidentifikasi strategi utama: pemilihan niche dan produk relevan, pembuatan konten berkualitas (blog, video, media sosial), optimasi SEO dan traffic, pembangunan kepercayaan, serta analisis kinerja berkelanjutan. Strategi ini terbukti meningkatkan penjualan online melalui peningkatan traffic, brand exposure, konversi, pendapatan, dan efisiensi biaya. Tantangan meliputi persaingan ketat, perubahan algoritma, dan menjaga kredibilitas. Kesimpulannya, affiliate marketing adalah strategi efektif namun memerlukan adaptasi dan evaluasi konstan untuk mencapai hasil optimal dalam lanskap bisnis online yang dinamis.</p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2900Analisis Strategi Pemasaran Digital UMKM di Era Pandemi COVID-19: Studi Kasus di Kota Medan2025-08-27T04:54:52+00:00Tri Sastraman Farasitri.sastraman@student.uhn.ac.id<p><em>Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk di Kota Medan. Pembatasan mobilitas dan perubahan perilaku konsumen mendorong UMKM untuk mengadopsi strategi pemasaran digital sebagai bentuk adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan UMKM selama masa pandemi, mengidentifikasi kendala, serta mengevaluasi efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa UMKM di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media sosial dan marketplace menjadi kanal utama dalam strategi digital. Faktor pendorong keberhasilan mencakup kreativitas konten, literasi digital, dan fleksibilitas bisnis. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya keterampilan digital, dan persaingan online yang ketat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan digital berkelanjutan serta dukungan infrastruktur dari pemerintah untuk memperkuat daya saing digital UMKM secara merata dan berkelanjutan.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2901Strategi Pemasaran Green Marketing dalam Menarik Konsumen yang Peduli Lingkungan2025-08-27T05:32:34+00:00Feby V Hutagalungfeby.vantina@student.uhn.ac.id<p><em>Peningkatan kesadaran lingkungan global telah menggeser preferensi konsumen menuju produk berkelanjutan, mendorong adopsi pemasaran hijau (green marketing) sebagai strategi bisnis vital. Penelitian kualitatif ini, dengan desain fenomenologi interpretif, bertujuan memahami persepsi, interpretasi, serta faktor pendorong keputusan pembelian konsumen peduli lingkungan di Medan terhadap green marketing. Melalui wawancara mendalam dengan 8-15 partisipan, ditemukan bahwa konsumen menghargai otentisitas produk hijau, menekankan bahan baku, proses produksi, dan siklus hidup produk yang transparan. Komunikasi pemasaran hijau harus jujur, edukatif, dan didukung bukti konkret, karena greenwashing sangat merusak kepercayaan dan memicu skeptisisme. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh kombinasi nilai pribadi, kualitas produk yang tidak kompromi, harga, dan pengaruh sosial. Yang terpenting, kepercayaan menjadi fondasi loyalitas, dibangun melalui konsistensi tindakan perusahaan dan komitmen nyata terhadap isu lingkungan. Pengalaman negatif dengan greenwashing signifikan merusak loyalitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi green marketing yang berhasil membutuhkan otentisitas, transparansi, dan komitmen berkelanjutan yang diwujudkan di seluruh operasional perusahaan untuk menarik dan mempertahankan konsumen peduli lingkungan secara efektif.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2902Strategi Pemasaran Personalized Recommendation Dalam Meningkatkan Retensi Pelanggan2025-08-27T05:52:04+00:00Pangeran Goklas Jeremia Siagianpgoklassiagian@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran personalized recommendation dan dampaknya terhadap retensi pelanggan di era digital yang kompetitif. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap konsumen di Medan, ditemukan bahwa rekomendasi personalisasi berperan krusial dalam menciptakan relevansi dan kepuasan pelanggan. Konsumen menghargai rekomendasi yang akurat karena membantu proses penemuan dan menghemat waktu, memunculkan perasaan "dipahami." Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada transparansi data dan kontrol pengguna atas algoritma. Kekhawatiran privasi dan greenwashing rekomendasi dapat menimbulkan skeptisisme dan perasaan "diintip," merusak kepercayaan. Selain relevansi, variasi dan elemen kejutan (serendipity) juga penting untuk menghindari filter bubble dan menjaga keterlibatan. Pada akhirnya, rekomendasi yang konsisten relevan, transparan, dan menawarkan eksplorasi, secara berjenjang meningkatkan kepuasan, keterlibatan, dan memperkuat loyalitas, menjadikannya kunci strategis dalam mempertahankan pelanggan.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2903Strategi Adaptasi Usaha Homestay dalam Menghadapi Gejolak Pariwisata Pasca-Pandemi: Studi Kasus di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara2025-08-27T08:35:39+00:00Regina Samosirregina.samosir@student.uhn.ac.id<p><em>Pandemi COVID-19 menghantam pariwisata global, termasuk usaha homestay di Kawasan Danau Toba yang krusial bagi ekonomi lokal. Penelitian kualitatif ini mengkaji strategi adaptasi homestay pasca-pandemi. Dampak pandemi menyebabkan penurunan kunjungan drastis dan perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari keamanan, kebersihan, dan pengalaman privat. Untuk bangkit, pemilik homestay mengimplementasikan inovasi produk dan layanan (misalnya, paket pengalaman lokal, peningkatan standar CHSE), digitalisasi pemasaran (media sosial, OTA), efisiensi operasional, serta diversifikasi pendapatan. Kolaborasi dan jaringan lokal juga menjadi kunci penting. Strategi adaptasi ini berkontribusi pada keberlanjutan usaha homestay secara multidimensional. Secara ekonomi, homestay dapat kembali menghasilkan pendapatan dan membangun model bisnis yang lebih resilien. Secara sosial, adaptasi berbasis pengalaman lokal dan kolaborasi memperkuat pelestarian budaya serta keterlibatan komunitas. Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi faktor pendukung utama, meskipun keterbatasan modal dan kesenjangan digital masih menjadi penghambat. Studi ini menekankan pentingnya adaptasi inovatif dan terintegrasi untuk mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan di Danau Toba.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2904Resiliensi Usaha Suvenir Lokal dalam Menghadapi Persaingan Global: Perspektif Pengrajin di Berastagi, Karo2025-08-27T09:29:02+00:00Nova Anastasia Turnipnova.turnip@student.uhn.ac.id<p><em>Penelitian ini menganalisis resiliensi usaha suvenir lokal di Berastagi, Karo, dalam menghadapi persaingan global yang ditandai oleh produk impor murah, perubahan preferensi konsumen, dan tantangan akses pasar digital. Industri suvenir lokal, yang penting bagi ekonomi dan budaya Berastagi, merasakan dampak signifikan berupa penurunan penjualan dan keuntungan.</em></p> <p><em>Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali perspektif pengrajin mengenai strategi adaptasi mereka. Ditemukan bahwa pengrajin menunjukkan resiliensi melalui inovasi produk (pengembangan varian dan peningkatan kualitas otentisitas), adaptasi pemasaran digital (pemanfaatan media sosial sederhana), efisiensi operasional (penghematan biaya, diversifikasi pendapatan), serta kolaborasi dan penguatan jaringan komunitas. Otentisitas budaya, dukungan keluarga, semangat juang, dan pasar domestik menjadi faktor pendukung utama. Namun, keterbatasan akses modal, kesenjangan literasi digital, dan fluktuasi wisatawan masih menjadi penghambat. Resiliensi pengrajin Berastagi mencerminkan perpaduan adaptasi inovatif dan kekuatan modal sosial budaya lokal.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modernhttps://ejournal.uhn.ac.id/index.php/jabn/article/view/2905Dampak Influencer Marketing terhadap Perilaku Konsumen Generasi Milenial dan Gen Z 2025-08-27T11:02:45+00:00Suci Sang Primadona Gulosuci.gulo@student.uhn.ac.id<p><em>Penelitian ini mengkaji dampak influencer marketing terhadap perilaku konsumen Generasi Milenial (lahir 1981-1996) dan Generasi Z (lahir 1997-2012) di Medan, Sumatera Utara, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif. Influencer marketing secara fundamental memengaruhi kesadaran merek, minat beli, dan keputusan pembelian kedua generasi, namun dengan mekanisme yang berbeda. Milenial, sebagai "digital immigrants", memandang influencer sebagai otoritas kredibel yang menyediakan konten informatif dan edukatif. Minat beli mereka didorong oleh bukti sosial dan analisis rasional, sering melakukan riset tambahan sebelum membeli. Bagi mereka, kredibilitas influencer berakar pada keahlian dan kepercayaan. Sebaliknya, Gen Z, "digital natives", melihat influencer sebagai teman virtual yang autentik dan relatable. Mereka merespons konten menghibur, visual menarik, dan trend-driven di platform seperti TikTok. Minat beli mereka dipicu oleh koneksi emosional dan FOMO, sering mengarah pada pembelian impulsif yang difasilitasi oleh kemudahan akses langsung. Bagi Gen Z, autentisitas dan keselarasan nilai-nilai sosial influencer sangat krusial. Implikasinya, strategi influencer marketing harus disesuaikan dan disegmentasi berdasarkan karakteristik unik setiap generasi, mulai dari pemilihan influencer hingga jenis konten dan jalur konversi.</em></p>2025-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi Bisnis Modern