Kearifan Lokal Dan Berkelanjutan Budaya Penenun Ulos Di Desa Silalahi II

Authors

  • Tesya Esra Afriliyani Tambunan Universitas HKBP Nommensen
  • Jeges Sun Bower Silalahi Universitas HKBP Nommensen
  • Wilson Wahyudi Raja Sihombing Universitas HKBP Nommensen
  • Faetri Ayu Cahya Ningsih Zega Universitas HKBP Nommensen
  • Justruada Sihombing Universitas HKBP Nommensen
  • Parsaoran Silalahi Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.51622/8vv4sy17

Keywords:

kearifan lokal, ulos, budaya Batak, tenun tradisional, keberlanjutan budaya.

Abstract

Ulos merupakan kain tenun tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai budaya, sosial, dan simbolik yang tinggi. Kain ini tidak hanya digunakan sebagai pakaian adat, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang, penghormatan, dan hubungan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Batak. Desa Silalahi II yang berada di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah penghasil ulos tradisional yang masih mempertahankan teknik tenun secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kearifan lokal dan keberlanjutan budaya penenun ulos di Desa Silalahi II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi menenun ulos di desa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi masyarakat tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya Batak. Kearifan lokal terlihat dari penggunaan teknik tenun tradisional, pemanfaatan pewarna alami dari tanaman lokal, serta keterlibatan perempuan sebagai pelaku utama dalam produksi ulos. Namun keberlanjutan budaya ini menghadapi tantangan seperti rendahnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, dan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menjaga keberlangsungan tradisi menenun ulos sebagai warisan budaya.

References

Simbolon, R. S. B., Sihotang, M., & Tobing, K. Threads of Tradition: Silalahi Ulos Weaving and Cultural Significance in North Sumatra. (journals.ristek.or.id (4).

Manik, P. U. S., Purba, A. R., Sinulingga, J., Sinaga, W., & Herlina. Ulos Simangkat-Angkat Silahisabungan: Kajian Semiotika. (JPTAM (8)

Mahadi Journal. The Ulos Silalahi Woven Fabric Serves as a Significant Cultural Attribute Within the Silahisabungan District. (TALENTA Publisher (3).

Mahadi Journal. The Ulos Silalahi Woven Fabric Serves as a Significant Cultural Attribute Within the Silahisabungan District. (TALENTA Publisher (3).

Antara News. Ulos Silahisabungan usung konsep bahan pewarna alami. ([Antara News Sumut (5).

Antara News. Pemkab Dairi terus dorong pengembangan ulos Silahisabungan. (Antara News Sumut (7).

BRIN. Pengembangan Perajin Tenun Berbasis Kekerabatan Dalihan Na Tolu di Kampung Ulos Silahisabungan. (Repositori Karya (6).

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Kearifan Lokal Dan Berkelanjutan Budaya Penenun Ulos Di Desa Silalahi II. (2026). Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 60-64. https://doi.org/10.51622/8vv4sy17

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.